Teori Dasar Mesin Percetakan (Mesin Grafika)

percetakan

Artikel mengenai Teori Dasar Mesin Percetakan (Mesin Grafika) ini bersumber dari naskah yang sudah lama, tetapi masih relevan dengan kondisi dunia percetakan (dunia grafika) untuk saat ini, walaupun mungkin sudah ada perubahan atau penambahan dalam teori-teori yang baru seiring dengan pertumbuhan pesat dunia percetakan khususnya serta dunia grafika pada umumnya. Baiklah kita akan mulai saja artikelnya.

Mesin Grafika dibagi atas 3 (tiga) bagian:

I. Mesin Repro

Mesin Repro terdiri dari:

  1. Mesin untuk membuat naskah atau image.
    Contoh: komputer dan printer.
  2. Mesin untuk membuat film.
    Contoh: kamera, scanner, single setter, dan processor film.
  3. Mesin untuk membuat plate.
    Contoh: plate maker dan processor plate.

II. Mesin Printing/Cetak
Mesin cetak secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

  1. Feeder (input)
  2. Unit Printing

1. Feeder (input)
Adalah bagian yang berfungsi untuk mentranformasikan kertas yang akan dicetak satu persatu ke unit printing. Berdasarkan alat atau komponen yang digunakan, sistem ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

A. Sistem Angin.

Sistem ini menggunakan kompressor/vacuum untuk menghisap kertas melalui pipa penghisap yang berada di atas tumpukan kertas yang akan dicetak, sehingga kertas dapat ditransfer menuju unit printing melalui meja feeder. Sistem angin seperti ini juga dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

A.1. Sistem Universal Feeder
Adalah suatu sistem dimana kertas dihisap satu persatu, dimana setelah kertas yang dihisap dan ditransfortasikan berada di meja feeder seluruhnya, barulah yang kedua dihisap lagi dan seterusnya.

A.2. Sistem Streem Feeder
Adalah suatu sistem dimana kertas dihisap secara satu persatu, dimana pada saat setengah bagian dari kertas sudah mencapai meja feeder, maka kertas kedua mulai dihisap lagi dan seterusnya.

B. Sistem Rol Karet
Sistem ini menggunakan rol karet yang berputar ke arah unit printing (biasanya mesin yang menggunakan sistem ini tidak memiliki meja feeder). Rol karet akan berputar di atas tumpukan kertas yang akan dicetak sehingga pada saat kertas bersinggungan dengan rol karet (saat operator mengaktifkan tuas untuk mencetak), maka kertas akan ditarik oleh rol tersebut menuju unit printing.

2. Unit Printing

A. Cylinder Plate
Rol yang melekat pada cylinder plate dinamakan sebagai form roller yang dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

  1. Ink Form Roller:
    Rol tinta yang bersinggungan dengan plate cylinder.
  2. Water Form Roller:
    Rol air yang bersinggungan dengan cylinder plate.

B. Cylinder Blanket
Berfungsi untuk menerima image yang berada di plate, dan mentransfer image tersebut ke atas kertas yang akan dicetak.

C. Cylinder Impression
Digunakan sebagai penahan kertas pada saat kertas dicetak (masuk diantara cylinder blanket dan cylinder impression sehingga pemindahan image dari blanket ke kertas dapat mencapai hasil yang sempurna).

3. Output.

A. System Chute
Kertas yang telah selesai dicetak keluar dan ditampung di atas tray yang telah tersedia.

B. System Chain Delivery Rantai
Kertas yang telah selesai dicetak dijepit oleh gripper delivery dan disusun satu persatu di atas tray yang telah tersedia.


III. Mesin Finishing

Mesin-mesin finishing diantaranya:

  1. Mesin Potong.
    Digunakan untuk memotong kertas ke ukuran yang dikehendaki pada saat sebelum dan setelah selesai proses cetak.
  2. Mesin Potong 3 sisi
    Digunakan untuk memotong kertas yang telah selesai dicetak dan dirangkai menjadi buku sebanyak 3 sisi sekali potongan. Mesin potong seperti ini lebih efisien dalam perhitungan waktu dibandingkan dengan mesin potong biasa.
  3. Mesin Book Binding
    Digunakan untuk melekatkan cover buku dengan isi buku (halaman) secara otomatis dengan menggunakan lem panas, dimana lem tersebut harus dipanaskan dulu sebelumnya. Lem panas tersebut cepat kering (sekitar kurang lebih 20 detik) sehingga bisa langsung menjadi sebuah buku.
  4. Mesin Lipat
    Digunakan untuk melipat kertas yang telah selesai dicetak, dan terbagi atas 2 tipe:1. Mesin Lipat Dua mata (2 kali lipatan).
    Biasa digunakan untuk melipat brosur atau majalah ukuran besar.
    2. Mesin Lipat Empat mata (empat kali lipatan).
    Biasa digunakan untuk buku-buku pelajaran, buku untuk umum, dan sejenisnya.
  5. Mesin Nomerator
    Biasanya mesin/alat ini menjadi satu dengan mesin cetak, dimana alat ini (numbering unit)digunakan untuk menomeri cetakan-cetakan yang memerlukan nomer seri/urut, misalnya: Nota/bon/faktur, karcis/tiket, dan sebagainya.
  6. Mesin Cacah (Perporasi)
    Digunakan sebagai alat untuk membuat lubang-lubang kecil yang membentuk garis pada hasil cetakan dengan tujuan untuk mempermudah penyobekan.
  7. Mesin Pond
    Digunakan sebagai alat untuk memotong dan membuat rel berdasarkan motif bentuk yang akan dibuat. Biasanya digunakan pada kartu undangan, kartu ucapan, berbagai macam bentuk dus/kemasan, dan sebagainya.
  8. Mesin Foleder Gluer (Lipat dan Lem)
    Digunakan untuk melipat hasil dari cetakan sesudah turun dari mesin Pond menjadi bentuk kotak (biasanya) dan dilem pada satu sisinya. Mesin ini biasa digunakan pada industri packaging. Contohnya: dus obat, dus pasta gigi, dus gelas, dan lain-lain.
  9. Mesin Jahit Kawat dan Benang.
    Digunakan untuk menjilid bagian tengah daripada buku dengan menggunakan kawat atau benang. Misalnya: agenda, buku-buku, dan sebagainya.
  10. Mesin Polymas
    Digunakan untuk mentransfer hasil cetak dengan cara dipress dan dipanaskan dengan menggunakan kertas tinta emas berbagai warna. Sebelum dipress, harus dibuatkan pola motif dengan cetakannya (matres) berbentuk lempengan. Contohnya penggunaan pada kartu undangan, kartu nama, sertifikat, ijazah, dan lain-lain.

Semoga bermanfaat…!!!

Content Protection by DMCA.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Code*: